Di Mana Item Utama Di Menu Adalah Pendidikan!
Rileks, melepaskan sepatu anda, santai saja! Selamat datang di Café Pendidikan. Café Pendidikan ini dimaksudkan untuk mengaktifkan diskusi mengenai perkembangan pendidikan di Indonesia dan sebagai sumber informasi pendidikan umum serta jaringan komunikasi bagi siswa-siswi, guru, dosen, para pendidik dan para peminat lainnya. Di sebelah kiri anda dapat melihat daftar situs-situs kami yang lain.
Website Café Pendidikan ini termasuk salah satu dari beberapa website baru yang sedang dibangun oleh Pendidikan Network. Kami berjuang terus untuk mengembangkan website-website kami (kira-kira 150 situs). Anda dapat melihat situs-situs dasar di pendidikan network kami.
Tujuan Café Pendidikan adalah menyediakan suasana yang kondusif untuk membahas hal-hal yang terkait dengan pendidikan Indonesia dan pendidikan internasional secara tenang dan santai. Untuk memulaikan pembahasan, kelihatannya topik yang sangat dibahas oleh pendidik maupun siswa-siswi di lapangan sekarang adalah Cara Belajar Yang Terbaik.
 Semoga situs baru ini dapat menstimulasikan diskusi mengenai Pendidikan Agama.
Kami sudah menyediakan banyak contoh dan informasi untuk dibaca maupun di-download tetapi supaya lebih banyak guru dapat bertahap-tahap mengarah ke metodologi pembelajaran yang lebih bermutu maupun lebih terfokus kepada perkembangan kemampuan, kreativitas, inovasi, dan kemandirian pelajar-pelajar kita (manusia), kami ingin menjelaskan mengenai langkah-langkah yang dapat di-integrasikan dalam metodologi yang sekarang tanpa menggangu proses pembelajaran dan perencanaan yang sudah ada.
Kunci-nya untuk mencapaikan mutu pendidikan yang Tingkat Dunia adalah Pembelajaran-Aktif (Student Centred) dan Kontekstual.
Langkah Pertama: Lebih mengarahkan pembelajaran ke pelajar-pelajar sendiri. Daripada menyampaikan informasi saja (suap-suapkan), lebih sering membagi tugas-nya ke pelajar-pelajar sendiri untuk membahas, meneliti, dan mencari informasi atau solusi-nya sendiri (problem solving).
Langkah Kedua: Makin lama makin menggunakan lingungan sebagai sumber pembelajaran yang kontekstual. Mengarahkan pembelajaran dan perencanaan untuk kegiatan pembelajaran ke pelajar-pelajar sendiri. Lebih mengarah ke kemandirian dalam pembelajaran.
Langkah Ketiga: Makin lama makin menggunakan peraga yang ada, atau dibuat oleh guru, atau dibuat oleh pelajar-pelajar sendiri. Peraga maupun teknologi sederhana adalah sangat bermanfaat untuk menstimulasikan "Discovery Learning". Peraga sederhana dapat menstimulasikan Imaginasi, Diskusi, Keterampilan Negosiasi, dan Kreativitas.
Langkah Keempat: Makin menghidupkan suasana kondusif belajar sambil meningkatkan penghargaian hasil karya pelajar. "Zaman Dinding Bersih" sudah lama ketinggalan zaman, sama dengan "Zaman Pelajar-Pelajar Duduk Manis". Sekarang kita menggunakan dinding dan langit-langit untuk memerkan hasil karya pelajar. Selain meningkatkan suasanya belajar ini juga menunjukkan kehormatan kepada hasil karya pelajar-pelajar kita. "Nothing Succeeds Like Success" dan kalau pelajar-pelajar kita merasa bahwa hasil karya mereka dihargai dapat sangat meningkatkan perasaan bahwa mereka bersukses. Sangat memotivasikan.....
Langkah Kelima: Makin lama makin meningkatkan pengetahuan dan pengertian mengenai Proses Pembelajaran-Aktif. Di atas ada dua File PDF yang anda dapat menggunakan untuk meningkatkan pengertian kegiatan pembelajaran-aktif dan mendalami pengetahuan mengnai proses Pembelajaran-Aktif dan Kontekstual.
Tetapi rekomendasi kami adalah anda mulai mengintegrasikan langkah 1 sampai 4 ke dalam pembelajaran anda sebelum membaca dokumen-dokumen di atas supaya dokumen-dokumen itu adalah lebih berarti pada waktu membaca, dan anda dapat "reflect upon" pengalaman sendiri sambil membaca.
Kami Sedang (dalam proses) Melulis Isi-nya Untuk Sektor Pendidikan Masing-masing.
    

Kalau membaca berita mengenai isu-isu di surat kabar, apa prioritasnya?:
Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta, 30.000 Desa Belum Teraliri Listrik, dan 55 juta orang tidak memiliki "akses" terhadap sumber air yang aman (Tiap Hari 5.000 Balita Mati karena Diare) dan Korupsi Terjadi di Semua Level Penyelenggara Pendidikan, dan UN Tidak Ciptakan Proses Belajar Kreatif, dan kita perlu Setop Kurikulum Merugikan Siswa, juga 70% Lulusan SMA Tanpa Keterampilan Cari Kerja, dan Kemampuan Guru Harus Ditingkatkan, dan Ribuan Anak Cacat Usia Sekolah Belum Terlayani, dan Pendidikan Berkualitas Hanya untuk Orang Berduit, dan .........

|